Ini pengalaman yang saya alami beberapa hari yang lalu. Entahlah apakah ada pelajaran yang bisa kita petik. Saya hanya ingin membagikan kejadian yang bagi saya cukup tidak mengenakkan.
Beberapa hari yang lalu saya sakit. Penyakit itu cukup membuat badan saya lemas. Saya pergi ke rumah sakit terdekat. Sebenarnya rumah sakit tersebut adalah rumah sakit ibu dan anak tapi saya pikir pasti ada poli umumnya. Rumah sakit tersebut saya pilih karena dekat dari tempat tinggal saya dan pada saat itu badan saya juga sedang lemas sekali sehingga saya hanya ingin cepat mendapatkan penanganan.
Begitu tiba di rumah sakit tersebut saya pergi ke bagian pendaftaran. Saya bertanya poli umum di sebelah mana, dan ternyata berdasarkan informasi yang saya peroleh poli umum hanya buka dari jam 8 sampai jam 12 siang (saat itu saya datang kira-kira pukul 2 siang). Lalu oleh petugas pendaftaran saya diarahkan ke UGD. Segera saya menuju UGD dan di situ saya langsung dibawa ke ruang periksa sembari ditanya identitas. Di situ saya sudah bertanya apakah saya bisa memakai asuransi dan bagaimana caranya, suster menjawab bisa dan katanya langsung diurus nanti di bagian kasir. Setelah selesai diperiksa lalu saya diarahkan ke bagian kasir di lantai 2. Setelah sampai di kasir, sambil menyerahkan invoice saya berkata pada petugas bahwa saya akan menggunakan asuransi. Tapi petugas menanggapi bahwa apabila akan menggunakan asuransi harus ada rekam medis dari UGD. Seketika saya bingung karena pada saat di UGD saya tidak diberikan rekam medis tersebut dan suster di UGD pun hanya berkata bahwa bisa memakai asuransi yang bisa langsung diurus di bagian kasir. Saya berkata kepada petugas kasir bahwa saya tidak diberi rekam medis dari bagian UGD, tapi petugas kasir tetap bersikeras saya tidak bisa menggunakan asuransi. Karena saya kesal langsung saja saya bayar tunai.
Melalui pengalaman ini, saya hanya berpikir dan bertanya-tanya, mengapa di saat seharusnya kita bisa lebih praktis tetapi harus dipersulit. Ini bukan permasalahan berapa besar yang harus saya bayar di rumah sakit tersebut, tapi saya memang cukup kesal di saat saya seharusnya bisa menikmati asuransi tetapi tidak bisa karena ketidakjelasan prosedur, dan di posisi ini saya adalah orang sakit yang butuh penanganan cepat. Bisa saja setelah petugas kasir memberitahu bahwa harus ada rekam medis dari UGD saya kembali ke UGD untuk menanyakan hal tersebut. Tapi saya sakit, badan saya lemas yang seharusnya mendapatkan pelayanan cepat, bukan bermaksud manja. Puji Tuhan saya masih bisa membayar biaya berobat tersebut, bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar tidak mampu tetapi harus dipermainkan oleh ketidakjelasan prosedur seperti yang saya alami.
Sebenarnya ada beberapa hal ketidakjelasan lagi yang saya alami di rumah sakit tersebut namun saya rasa tidak perlu untuk diungkapkan.
Saya mencoba untuk mengambil pelajaran dari yang saya alami tersebut. Dimanapun saya berada, ketika seseorang membutuhkan kejelasan, saya tidak boleh malas-malasan ataupun pelit dalam membagikan informasi yang saya ketahui :)
yang sabar Ti. Kadang memang begitu kalo sudah urusan prosedur dan lain-lain yang menyangkut uang.
BalasHapusTapi tetap luar biasa dirimu, masih bisa bersyukur atas kondisi yang kamu alami.